Fenomena Petir Menurut Al Qur’an dan Al Hadits

Petir dan kilat dibedakan karena sifat fisik suara dan sifat fisik cahaya. Cahaya memiliki kecepatan 300.000.000 m/s sedangkan kecepatan suara biasanya hanya 345 m/s. Itulah mengapa kilat terlihat lebih dulu dibandingkan suara petir.

Awan mengandung elektron dan proton. Elektron mengelilingi proton karena gaya elektromagnetik. Jumlah elektron lebih banyak dibandingkan jumlah proton. Ketika awan berkumpul maka jumlah elektron akan semakin banyak. Sementara itu, Bumi bersifat netral yang artinya jumlah elektron dan protonnya berimbang. Awan yang semakin berkumpul akan menciptakan perbedaan muatan yang besar antara awan dengan bumi sehingga terjadilah perpindahan elektron dari awan ke bumi. Inilah saat dimana terjadinya kilat dan petir tersebut.

Bumi memiliki massa yang sangat besar sehingga penambahan elektron tidak akan mempengaruhi muatan bumi. Artinya bumi tetap netral. Sedangkan awan tersebut akan terus terjadi pertukaran elektron dengan awan lainnya sampai kondisi setimbang. Ini adalah proses petir yang terjadi antara awan dengan awan.

Elektron yang ditransfer oleh petir jumlahnya sangat besar sehingga hal ini menyebabkan ketidaksetimbangan awan dalam ruang yang cukup luas. Awan akan bergerak lebih massive dan lebih dinamis. Pada kondisi ini, petir dan kilat akan terjadi berkali kali. Berkumpulnya awan akan menyebabkan presipitasi sehingga butir air turun ke bumi. Elektron akan jatuh ke bumi melalui air sehingga kesetimbangan yang sedang diciptakan awan diganggu oleh turunnya volume air. Hal ini tentu menyebabkan pergerakan awan yang lebih dinamis dan hujan yang semakin deras dan terkonsentrasi di area tertentu dari bumi.

Konklusi singkat dari penjelasan di atas bukti bahwa Petir berperan penting untuk memanggil hujan dan menjaga kekontinuitas hujan.

Perhatikan dalil Hadits Tirmidzi berikut ini :

مَلَكٌ مِنْ الْمَلَائِكَةِ مُوَكَّلٌ بِالسَّحَابِ مَعَهُ مخاريق مِنْ نَارٍ يَسُوقُ بِهَا السَّحَابَ حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ

Artinya : Petir adalah pekerjaannya malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya cambuk dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah.

Berdasarkan Hadits tersebut, petir adalah cambuk dari malaikat untuk menggerakkan awan dan malaikat bertugas membuat lidah api tersebut. Dalam Surat Arro’du ayat 13 diterangkan :

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

Artinya : Maha Suci Allah yang petir dan para malaikatnya bertasbih dengan memuji-Nya karena rasa takut kepada-Nya.

Ada malaikat di balik petir sehingga jika Alloh ingin, Alloh bisa memerintahkan malaikat untuk menyiksa manusia dengan petir. Mudah mudahan Alloh senantiasa menyayangi kita.

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: