Istirahat Bukan Buang Buang Waktu

Waktu normal manusia istirahat selama 7 – 8 jam sehari. Artinya kalau mau bangun jam 4.30, kita harus tidur jam 20.30 atau 21.30. Serius jam segini udah harus tidur?

Kayaknya mustahil deh. Terlebih waktu pulang ngaji saja jam 22. Sampai rumah 22.30. Sikat gigi, cuci muka, cuci kaki (wudhu aja sekalian) lalu baru benar benar dalam kondisi PEWE itu paling jam 23. Bagaimana mungkin bisa tidur dengan normal?

Akibatnya tidak bisa tidur normal itu nggak baik buat kesehatan. Orang yang istirahatnya nggak cukup akan mengalami depresi, berjiwa buruk, merasa lelah sepanjang hari, dan kematian lebih dini.

Dr Matius Edlund, pakar kesehatan tidur dari AS sudah melakukan penelitian nih dan hasilnya istirahat bisa sama efektifnya dengan tidur. Kita boleh tidur di jam 11 lalu bangun di jam 4.30 asal kita tahu bagaimana cara kita beristirahat.

“Banyak dari kita begitu sibuk, sehingga istirahat hanya dianggap membuang waktu. Tapi sebenarnya, itu merupakan kebutuhan biologis. Semua ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa untuk terus hidup kita butuh istirahat, sama seperti kita membutuhkan makanan, ” kata Dr Edlund.

Namun, ‘istirahat’ tidak berarti hanya menjatuhkan diri di sofa di depan televisi. Edlund menganggap, menonton televisi sebagai ‘istirahat pasif’. Meski terlihat seperti rileks, otak akan tetap bekerja. Sementara yang dibutuhkan adalah ‘istirahat aktif’ yang dapat membuat Anda lebih waspada dan efektif, mengurangi tingkat stres dan memberi Anda kesempatan yang lebih baik untuk hidup sehat lebih lama.

Dr Edlund menggambarkan empat jenis istirahat aktif :

1. Sosialisasi

1395783_10202149558281875_1429033951_n

Orang yg penyendiri itu memilih sendiri tapi dia sebenarnya nggak suka kalo sendiri. Ini karena manusia ditakdirkan jadi makhluk sosial. Orang yg penyendiri ini perilaku nggak normal karena adanya trauma waktu kecil. Lupakan itu, sekarang waktunya sehat jasmani dan rohani. Sesibuk apapun kita, kita BUTUH ngobrol bahkan ngumpul dengan teman teman kita. Menurut penelitian terbaru, sosialisasi membantu kita terhindar dari kanker, melawan penyakit menular dan kemudahan depresi serta mengurangi resiko kematian akibat serangan jantung. Hanya mengobrol dengan teman-teman telah terbukti mengurangi tingkat hormon stres dan memberikan manfaat hormonal dan psikologis.  Kabar baiknya, seks dengan istri  juga dianggap sebagai sosialisasi. Nikmat, sehat. hehe

2. Monotasking

Kita bisa membaca BBM saat nyetir, makan sambil nonton, atau kerjaan kerjaan lain secara bersamaan. Kegiatan itu melupakan kita kalau otak seharusnya fokus pada satu hal saja. Otak bisa multitasking, tapi bisa bukan berarti sehat. Sering multitasking  jelas berpengaruh langsung pada sistem saraf, perubahan tekanan darah, denyut jantung dan suhu tubuh. Raihlah kondisi ‘khusyuk’ pada suatu hal yang sederhana.  Ada satu cara mudah untuk melatih kita berkonsentrasi.

Lihatlah lurus ke depan, lalu putar mata Anda sampai ke atas kepala sampai menatap langit-langit. Berikutnya, dengan mata Anda memandang lurus ke atas, perlahan-lahan tutuplah kelopak mata Anda.  Perputaran mata yang sangat baik seperti ini akan memberi sensasi putih pada penglihatan ketika Anda menutup mata. Kemudian, tetap  berkonsentrasi saat mata Anda tertutup. Ambil napas dalam-dalam dalam empat hitungan, dan keluarkan pada ke hitungan delapan. Saat Anda mengeluarkan napas, rasakan relaksasi yang menyebar dari bagian belakang leher Anda ke bawah tubuh Anda, sampai Anda merasa itu menyebar ke jari-jari kaki Anda. Sekarang coba bayangkan sesuatu yang indah seperti pantai pada hari yang cerah, atau hutan nan hijau yang tersorot matahari. Bayangkan Anda sedang berjalan di suasana tersebut. Kemudian jika Anda ingin selesai, biarkan mata Anda tertutup lalu tarik nafas dalam-dalam dan buka mata Anda.

3. Tidur Siang

Bentuk yang sangat baik istirahat fisik adalah tidur (selama 15 sampai 30 menit) jika kita merasa lelah. Sebuah studi di Yunani menunjukkan bahwa tidur siang selama 30 menit setidaknya tiga kali seminggu memotong resiko serangan jantung sebesar 37 persen, dan sebuah studi NASA menemukan, tidur selama 26 menit dapat meningkatkan kinerja pada beberapa tugas 38 persen lebih baik.

4. Meditasi

Jangan alergi mendengar meditasi. Meditasi pernah dilakukan oleh Rosululloh saat berada di Gua Hiro’. Beliau merenung dengan kejadian kejadian aneh yang baru saja dialaminya seperti batu yang mengucapkan salam kepadanya, mimpi yang jadi kenyataan. Selama kita melakukan meditasi, detak jantung melambat, tekanan darah menjadi normal, pernapasan menjadi tenang, dan tingkat hormon stres menurun. Caranya :

  • Cari tempat yang tenang.
  • Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman.
  • Bagi sebagian orang duduk bersila terasa tenang. Anda boleh duduk di atas bantalan atau handuk. Anda juga bisa menggunakan kursi, tapi usahakan duduk hanya pada setengah bagian depan kursi. Ada orang-orang yang suka memakai handuk atau syal pada bahu untuk mencegah kedinginan.
  • Bahu Anda harus rileks dan tangan diletakkan di pangkuan.
  • Buka mata setengah tanpa benar-benar menatap apa pun.
  • Jangan berusaha mengubah pernapasan Anda biarkan perhatian Anda terpusat pada aliran napas. Tujuannya adalah agar kehebohan dalam pikiran Anda perlahan menghilang.
  • Lemaskan setiap otot pada tubuh Anda. Jangan tergesa-gesa, perlu waktu untuk bisa rileks sepenuhnya; lakukan sedikit demi sedikit, dimulai dengan ujung kaki dan terus ke atas sampai kepala.
  • Visualisasikan tempat yang menenangkan bagi Anda. Bisa berupa tempat yang nyata atau khayalan.

Waktu yang baik untuk melakukan meditasi adalah 1/3 malam yang akhir yaitu antara pukul 02.00-04.00 dini hari atau subuh. Namun, jika waktu tersebut tidak memungkinan maka dapat dipilih waktu yang cocok tanpa gangguan saat melakukan meditasi.

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: