Uang Receh Rp 500

Uang lima ratus membludak di kamar gue. Ternyata naiknya harga makanan belakangan ini membuat para pedagang menaikkan harga jual dagangannya.  Takut miskin dari pembeli, mereka mensiasatinya dengan menaikkan harga sebesar 500 rupiah. Misalnya harga lama 7000, sekarang menjadi 7500.

Berhubung uang kertas lebih praktis dibawa, akhirnya gue sering banget menerima kembalian Rp 500. Uang ini selalu gue masukkan ke kantong saku. Selepasnya di kamar, uang ini gua masukkan ke dalam celengan. Setelah kebiasaan ini berjalan 2 bulan, isinya telah mendekati ambang penuh. Beuhhh lumayan!

Kalau mau dihitung hitung, jumlah uang receh yang gua dapat ini nggak sedikit jumlahnya. Gua bisa perkirakan di dalam celengan ini bisa berisi seratus koin 500. Kesimpulannya di dalam celengan ini ada uang 50.000 tersimpan. Lumayan banget buat anak kosan!!!

Kalaupun mau digunakan untuk membeli makanan, yang ada kita malah ribet. Bayangkan saja kalau kita makan, berapa banyak uang receh yang harus kita kasih ke penjualnya? Selain itu malah bikin susah penjual untuk mengecek kembali jumlah uang kita kan?

Sudah saatnya menukarkan uang receh  ke Bank. Jangan biarkan uang receh itu menumpuk numpuk di kamar kita. Karena dengan demikian, kita aktif melancarkan proses sirkulasi keuangan negara. Bukankah semakin tinggi arus sirkulasi uang maka tingkat ekonomi dalam negeri semakin meningkat?

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: