Perbedaan Viskositas, Yield Point, dan Gel strength

Walau sudah membaca buku berbahasa Indonesia pun terkadang kita masih belum bisa membedakan beda anatara viskositas, yield point dan gel strength. Bahkan viskositas sendiri ada apparent viskositas dan plastic viskositas. Apa bedanya???

Well, disini gue akan mencoba menjelaskan perbedaannya, khususnya untuk perbedaan apparent viskositas dengan plastik viskositas.

Kalau plastic viskositas, fluida akan cenderung malas untuk bergerak karena terjadi gesekan. Pada saat fluida mengalir pasti dia bergesekan. Minimal bergesekan dengan penampangnya. Namun jika istilah plastic viskositas ini berkaitan dalam lumpur pengeboran, maka nggak cuman bergesekan sama penampangnya aja tetapi juga bergesekan dengan cutting yang dibawa. Cutting bisa menimbulkan friksi karena densitasnya beda dengan fluida pemboran. Jadi pas sirkulasi, cutting cenderung lebih lambat dari kecepatan fluida pemborannya.

Plastic viskositas bergantung kepada konsentrasi padatan. Semakin banyak padatang yang dibawa maka semakin viskos. Kondisi ini jga tergantung dengan bentuk dan ukuran padatannya. intinya semakin besar luas permukaan total padatannya maka semakin besar friksinya. Jadi semakin bulat dan semakin kecil maka plastic viskositas semakin besar.

Apparent viskositas nilai viskositas murni dari suatu fluida. Kita tidak berbicara gaya gesekan, tapi hanya sekedar tekanan geser saja.

lengkapnya gini, jika kita punya fluida yang sama, yang satu dialirkan lewat plat aluminium, dan satu lagi plat karet. Maka dalam kondisi yang properti lingkungan yang sama kita akan melihat fluida yang mengalir di plat aluminium akan lebih cepat. Ini murni karena friksi. Sebetulnya itu dinamakan plastic viskositas yang disebabkan perbedaan friksi karet dan aluminium. Suatu fluida yang sama, pastilah memiliki apparent viskositas yang sama. Nah, tanpa melihat gesekan itulah dinamakan apparent viskositas.

Pengujiaan apparent viskosita menggunakan suatu alat standar API yaitu Fann VG.

Apa yang dimaksud dengan Yield Point ?

Yield Point adalah kemalasan fluida untuk mengalir karena gaya tarik menarik antar partikel terdispersi. Gaya tarik menarik ini cuman terjadi pada saat fluida di sirkulasikan. artinya ketika partikel bergerak, gaya ini ada. Misalnya pada mobil yang menarik derek mobil lain. Pada saat keadaan diam, tanpa menghitung gaya berat tali, gaya tali itu dalam keadaan tidak tarik menarik. Namun pada saat mobil depan maju, tali akan tertarik.

Pada lumpur pemboran, yield point dipengaruhi faktor kandungan ion permukaan pada padatan. Karena hanya ion yang berada di permukaan padatanlah yang bakalan bekerja. semakin banyak ionnya, maka akan semakin banyak “tali” sehingga YP akan semakin tinggi.

Selain itu volume padatan juga mempengaruhi nilai YP. semakin besar volume maka luas permukaannya semakin besar. akibatnya akan semakin besar YP nya. Kandungan ion fasa liquid juga berpengaruh karena dengan ion padatanlah YP bekerja.

Gel strength hampir mirip definisinya dengan YP, cuman Gel strength adalah resistansi pada saat fluida diam. Resistansi saat diam ini sangat berguna bagi fluida pemboran untuk menahan cutting saat sirkulasi berhenti. Kekuatan ini juga dibantu oleh plastic viskositas dan apparent viskositas.

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: