Tugas arlif #2 : Kompressor

Fungsi Kompressor :

  1. Meningkatkan tekanan pada fluida sehingga memberikan energi transportasi kepada minyak dan gas di dalam pipe line menuju lokasi pengolahan selanjutnya. Kompressor baru dipakai ketika tekanan alamiah dari gas alam ternyata tidak mampu meningkatkan hasil produksi yang diharapkan.
  2. Mendorong gas dari permukaan menuju bagian dalam tubing agar gas tersebut bercampur dengan minyak yang pada akhirnya menurunkan densitas minyak sehingga menurunkan pressure drop selama di tubing yang pada akhirnya meningkatkan laju produksi minyak
  3. Mengurangi air atau mendehidrasikan gas alam sebab pada tekanan tinggi air yang terkandung dalam gas dapat mengurangi saturasi gas

Tipe Kompressor :

Kompressor dibagi menjadi dua yaitu : kompresor torak dan kompresor rotari

A. Kompresor Torak

Kompresor torak merupakan salah satu jenis kompresor yang telah digunakan untuk aplikasi yang sangat luas. Kecepatan alir masuknya dapat mencapai 100 hingga 10000 cfm (cubic feet per meter). Kompresor ini terdiri dari serangkaian penggerak mekanis seperti dalam rangkaian mekanis motor bakar. Terdapat kesamaan komponen-komponen utama antara kompresor torak dengan motor bakar diantaranya piston, batang penggerak, silinder piston, crank shaft, dan sebagainya. Prinsip kerja kompresor ini adalah sesuai dengan prinsip kerja motor bakar, dimana pada saat  piston ditarik volume akan membesar, tekanan akan menurun. Pada saat tekanan menurun gas yang memiliki tekanan lebih tinggi akan memasuki ruangan melalui katup isap. Pada saat piston bergerak menekan, maka volume akan mengecil sehingga tekanan akan membesar. Dengan tekanan yang lebih besar dari tekanan diluar, maka udara akan bergerak dari ruangan menuju keluar melalui katup tekan. Kompresor jenis ini dilengkapi dua jenis katup yaitu katup isap dan katup tekan. Katup isap berfungsi sebagai saluran masuk gas sebelum gas dikompresi. Setelah gas dikompresi, gas tersebut akan dialirkan ke katup tekan. Katup ini hanya berlaku satu arah. Karena itu katup tekan juga berfungsi untuk mencegah gas mengalir kembali ke kompresor.

Kompresor torak tidak dapat melayani putaran tinggi, karena kompresor ini dapat menghasilkan gaya inersia akibat gerak bolak-baliknya. Sehingga dengan putaran yang sangat tinggi akan mengakibatkan gaya inersia yang sangat tinggi, hal ini akan menimbulkan getaran yang tinggi dan dapat memicu kerusakan komponen-komponen mekanis.

Kompresor yang kompresinya hanya pada satu sisi disebut single acting compressor. Kompresor yang terdiri dari dua sisi kompresi disebut double acting compressor. Susunan yang terdiri dari satu atau banyak silinder dan dihubungkan secara paralel disebut single stage compressor. Sebaliknya, kalau disusun seri dan biasanya dihubungkan dengan cooler disebut multistage compressor.

B. Kompresor Rotari

Kompresor putar dapat menghasilkan tekanan yang sangat tinggi. Pada kompresor putar getaran yang dihasilkan relatif kecil dibandingkan dengan kompresor torak. Hal ini disebabkan sudu-sudu pada kompresor putar, yang merupakan elemen bolak-balik, mempunyai masa yang jauh lebih kecil daripada torak. Selain itu kompresor putar tidak memerlukan katup, sedangkan fluktuasi alirannya sangat kecil dibandingkan dengan kompresor torak.

Ada beberapa jenis kompresor putar, salah satunya adalah kompresor sudu luncur. Kompresor sudu luncur mempunyai sebuah rotor yang memiliki sudu-sudu. Rotor ini berputar didalam sebuah stator berbentuk silinder. Rotor dipasang secara eksentrik terhadap stator. Sudu-sudu dipasang pada alur disekeliling rotor dan ditekan kedinding silinder oleh pegas didalam alur. Jika rotor berputar maka sudu akan ikut berputar sambil meluncur di permukaan didalam silinder. Atas dasar hal tersebut kompresor ini dinamakan kompresor sudu luncur.

Jenis kompresor putar lainnya adalah kompresor putar jenis sekrup. Kompresor putar ini memiliki sepasang rotor berbentuk sekrup. Pasangan ini berputar serempak dalam arah yang berlawanan dan saling mengait seperti roda gigi. Putaran serempak ini dapat berlangsung karena kaitan gigi-gigi rotor itu sendiri atau dengan perantaraan sepasang roda gigi penyerempak putaran. Karena gesekan antar rotor sangat kecil, kompresor ini mempunyai performansi yang baik untuk umur kerja yang panjang. Perbedaan tekanan maksimum yang diizinkan pada kompresor ini ditentukan oleh defleksi lentur rotor dan besarnya biasanya adalah 30 kg/cm2 (2900 kPa).

Model dan Penjelasan

♦ Kompresor Torak

kompresor torak

Crankshaft

Piston dapat bergerak maju mundur di dalam silinder disebabkan karena gerakan memutar dari crankshaft. Crankshaft berbentuk batang yang salah satu sisinya terhubung dengan motor elektrik melalui suatu jenis rangkaian kopling atau rangkaian puli. Rotasi pada motor menyebabkan crankshaft ikut berputar. Pada sisi yang lainnya, crankshaft terhubung dengan connecting rod yang mampu mengubah gerakan memutar menjadi gerakan maju mundur. Pada kompressor multisilinder, jumlah connecting rod harus sama dengan jumlah silinder.

Connecting rod

Connecting rod adalah penghubung antara crankshaft dengan piston. Pada salah satu sisinya, connecting rod terhubung dengan piston melalui wrist pin dan di sisi yang lain terhubung dengan crankshaft melalui suatu lubang klop. Connecting rod biasanya terbuat dari baja karbon buatan.

Piston

Piston bergerak maju mundur di dalam silinder. Inilah yang dinamakan gerakan torak pada kompresor. Pada saat bergerak, piston menghisap refrigerant dan mengkompresikannya. Piston terbuat dari besi atau alumunium. Selama gerakannya di dalam silinder, refrigeran tidak boleh bocor melalui lubang tempat piston rod bergesekan dengan silinder, maka piston ditutupi dengan ring piston. Ruang antara piston dengan silinder diisi dengan pelumas agar gerak piston lebih baik.

Silinder

Silinder berfungsi sebagai ruang tabung tertutup yang berisi piston dan refrigeran. Silinder harus mampu menahan tekanan yang tinggi sehingga harus terbuat dari besi. Pada kompresor yang kecil, silinder sudah terkoneksi permanen dengan tubuh dari kompresor sedangkan pada kompresor yang relatif besar, silinder merupakan sauatu rangkaian yang terpisah dari tubuh kompresor sehingga ketika silinder telah rusak mampu dengan mudah kita mengganti silinder tanpa harus mengganti kompresor.

Suction Valve dan Discharge Valve

Pada saat tekanan rendah, refrigeran dihisap melalui suction valve dan ketika terkompresi pada tekanan tinggi refrigerant dikeluarkan melalui discharge valve. Bentuk pengoperasian suction valve adalah terbuka ketika piston bergerak ke arah kanan dan tertutup ketika piston bergerak ke arah kiri. Sebaliknya pada discharge valve.


 

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: