Bila ingin membantu orang lain tegak, diri sendiri juga harus tegak

Bila ingin membantu orang lain tegak, diri sendiri juga harus tegak

Di Indonesia, ketimpangan antara si kaya dan si miskin semakin menjadi jadi. Ketimpangan ini membuat suatu jurang sehingga kita sering melihat di negara kita mobil begitu bertebaran dimana mana sedangkan rumah rumah gubuk masih ramai berjejer dibelantaran kali. Kita bisa melihat hal yang mencolok seperti itu di daerah daerah Jakarta.

Melihat situasi seperti ini, seorang pengemis yang tidak saya kasih uang saat membantu mobil saya menyeberang sepertinya sangat benci dengan kaum berada. Sepertinya dikasih uang ataupun tidak, dia akan tetap memasang muka kecutnya. Bener saja, suatu ketika saya melewati jalan itu dan saya memberi uang, dia tidak merubah ekspresinya. Mengucapkan terima kasih saja tidak!

Mungkin inilah yang menyebabkan mengapa sebagian besar orang miskin tetaplah miskin. Mereka membenci orang kaya. Banyak dari orang orang yang merasa iri bahkan selalu buang muka bila hendak berdekatan dengan orang kaya. Ada apa? Mungkinkah mereka akibat kesal dengan nasib mereka yang sudah ditakdirkan tuhan?

Bagaimanapun untuk bisa bangkit dari keterpurukan, kita butuh uluran tangan seseorang. Bila ingin tegak, kita harus minta uluran tangan dari orang yang berdiri tegak, bukan orang yang sama sama terjatuh. Inilah yang mendasari sikap yang pantas dirubah oleh kebanyakan orang miskin jaman sekarang.

Sudah sepatutnya kita bekerja dan bergaul dengan orang kaya, bukan malahan memusuhinya. Dengan bergaul bersama mereka, kita akan mendapatkan pengalaman dan hal hal yang baru. Tentu saja sifat dan kebiasaan kita akan berubah menjadi sifat dan kebiasaan mereka. Maka tidak mungkin nasib kita berubah dan kitapun bisa membantu orang lain untuk lolos dari jeratan nasib yang buruk.

Kita tidak akan bisa kenyang dari piring yang kosong, tapi piring yang sudah berisi makananlah yang membuat kita kenyang

2 Tanggapan

  1. kalo orang kaya-nya g mau bergaul sama org miskin, gimana?

    • Kebanyakan sih gitu. Cuman yang penting kita tidak menutup diri dan jemput bola bila ada orang kaya. Setidaknya ini lebih baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: