Pembuatan kolom stratigrafi berdasarkan data cutting

Dalam industri migas, pekerjaan seorang well-site geologist merupakan pekerjaan yang penting sebab ketelitian data yang ada sangat menentukan dalam operasi operasi selanjutnya. Misalnya dalam menentukan adanya batuan reservoir, menentukan zona zona produksi, mengamati adanya oil shows, mengantisipasi adanya overpressure, dan lain lain. Salah satu tugas dari geolog tersebut adalah mengamati, mendeskripsi, dan menafsirkan jenis batuan yang ditembus oleh bor.

Pada pembuatan kolom ini lebih menekankan metoda log gamma ray karena log Gamma ray lebih banyak dipakai dilapangan. Satuan nilai gamma ray adalah API. Rangenya tergantung dari setelan loggingnya. Ada yang dari 0 s/d 100, ada juga yang dari 0 – 150 API. Semakin tinggi nilainya maka akan semakin banyak mengandung unsur radioktif yang lebih banyak ditemukan dalam formasi shale. Sedangkan pada batuan reservoir, nilai Log Gamma ray kecil. Namun kondisi tersebut tidaklah sepenuhnya benar. Kita perlu mengkolaborasikan dengan data log yang lain. Bagaimana resistivitasnya? dan lain lain. Karena bisa saja dalam formasi reservoir yang dalam hal ini adalah batuan sand memiliki kandungan pottasium, dan jenis jenis unsur yang radioaktif.

Dalam pembuatan kolom stratigrafi ini, kita juga akan menggunakan Cutting log. Jadi pada saat melakukan pengeboran, kita mensirkulasikan mud drilling sehingga dalam setiap kedalaman tertentu, kita menganalisa cutting yang terangkat tersebut. Hasil dari cutting lo adalah kita bisa tahu berapa persentase dari Sand dan shale. Pada kenyataannya dilapangan, tidaklah sepenuhnya formasi terdiri dari sand dan shale saja namun juga batuan lain. Tapi dalam pengukuran ini, batuan tersebut tidak terhitung ke dalam kandungan total.

Kita juga perlu log ROP (rate of penetration). ROP ini menggambarkan kecepatan pengeboran menembus lapisan batuan. Jika ROP bermain di satuan feet/minute maka kita juga perlu tahu istilah drilling rate. Bedanya adalah kalo drilling rate, satuannya adalah persekon karena didefinisikan berapa waktu yang dibutuhkan oleh untuk mengebor satu feet sumur. Semakin besar nilai ROP ataupun drilling rate maka lapisan tersebut akan semakin shaly. Sedangkan pada batu sand, akan lebih kecil artinya mengebor di daerah sand lebih cepat.

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: