Tri Sukses Generus Mahasiswa Islam

Kesuksesan merupakan kebutuhan hidup setiap manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan rasa puas dan rasa ingin dihargai. Untuk mencapai ini, manusia tentu akan mencari cara agar kebutuhan itu terpenuhi. Manusia mengenal identifikasi potensi berupa usaha manusia mencoba untuk memahami apa saja yang bisa diraihnya dan usaha itu begitu bernilai dan memuaskan bagi dirinya dan orang lain. Misalnya seseorang yang punya kemampuan bernyanyi, tentu jika dia merasa dirinya butuh kesuksesan dari menyanyi, dia akan mencari jalan untuk mencapai itu. Kesuksesan juga dianggap sebagai prestige seseorang. Semakin banyak kesuksesan seseorang maka semakin tinggi prestigenya. Jadi manusia akan senantiasa mencari kesuksesan guna meningkatkan derajat sosialnya. Seiring kebutuhan manusia itu terlebih lagi mahasiswa yang memiliki banyak potensi dan sifat energiknya, tentu mengeanl banyak kata mengenai sukses, misalnya sukses meraih banyak teman, sukses menjadi ketua himpunan, sukses mendapatkan IP cumlaude, sukses mendapatkan beasiswa, sukses nonton film dvd terbaru, sukses untung berbisnis, sukses diet, dan masih banyak lagi bentuk kesuksesan lainnya.
Banyak jalan menuju Roma. Tentu kita sudah mendengar pepatah ini. Banyak cara yang kita tempuh untuk meraih kesuksesan. Dari penjabaran tadi, maka sudah dapat disimpulkan dua hal. Yang pertama adalah begitu banyaknya jalan kesuksesan bagi manusia termasuk mahasiswa. Dan yang kedua, belum adanya benang merah tentang jalan kesuksesan yang hakiki bagi mahasiswa.
Selama ini wacana Tri Sukses Generus sudah pernah terngiang di telinga kita. Program ini merupakan program khusus  generasi muda termasuk mahasiswa agar hidupnya mampu menembus target sasaran yang hakiki atau fundamental. Apa point fundamental itu? Yang pertama, tentu kembali kepada tujuan hidup manusia yaitu untuk memenuhi kebutuhan beribadah. Yang kedua adalah bagaimana keberadaan potensi mahasiswa ini dapat digunakan sebagai alat perjuangan dalam ibadah atau maintenance facility.
Program Tri Sukses Generasi Penerus mengandung 3 kriteria keberhasilan generasi muda Islam yang mengacu kepada dua point fundamental di atas. Kriteria yang pertama adalah para generus diharapkan memiliki budi perkerti yang baik atau akhlaqul karimah. Kedua adalah generasi penerus yang alim dan faqih. Dan terakhir adalah generasi penerus yang memiliki keterampilan  guna menunjang kemandirian hidupnya. Jadi, seorang pemuda dikatakan sukses melewati masa mudanya apabila dirinya sukses berakhlaqul karimah ( good EQ and ESQ),  sukses menjadi orang alim dan faqih (good IQ and ESQ) , dan sukses memiliki keterampilan (integrated IQ, EQ and ESQ).

Tiga point dalam Tri Sukses Generasi Penerus ini mempunyai alur prioritas dimana akhlaqul karimah adalah prioritas utama sebelum kefahaman agama. Artinya tiada berarti seseorang yang faham agamanya namun tidak punya budi pekerti. Sedangkan orang yang punya budi pekerti sebanding dengan kefahaman agamanya berdasarkan dalil Manusia yang lebih baik akhlaqnya maka lebih baik pula agamanya


Akhlaqul Karimah

Realitanya semakin lama kehidupan akhlaq dan moral manusia mengalami dekadensi. Padahal orang iman, satu satunya golongan orang yang bisa masuk surga, memiliki akhlaq berupa akhlaqnya yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Tuntutan dan kondisi realita yang berlawanan ini berpotensi semakin mudahnya kita terpengaruh oleh budaya akhlaqul jahiliyah.

Budi pekerti itu diteladani bukan diajarkan

Mengaji tentang budi pekerti dan mengaplikasikannya, secara implisit kita meraih 2 keuntungan. Yang pertama mulya keimanannya di hadapan Allah. Yang kedua adalah mulya tingkah laku kita di lingkungan keluarga, masyarakat termasuk lingkungan kerja, seperti bisa jujur dan amanah, tidak merasa paling hebat, menjunjung asas keterbukaan yaitu bersedia dan menerima bila dikritisi, saling peduli dan mudah diajak bekerja sama. Tentu sikap sikap ini mampu menjadi tolak dasar kita sukses di lingkungan kampus dan lingkungan kerja nanti. Belum lagi seruan kewajiban kita untuk amar ma’ruf nahi mungkar. Posisi atasan atau jabatan yang kita raih akibat perilaku akhlaq yang baik akan menjadi kekuatan ruang amar maruf yang lebih besar.

Akhlaqul karimah secara eksplisit menyerukan dorongan agar kita bersosialisasi dengan orang lain, berani praktek atas teori keilmuan adabnya. Kemampuan bersosialisasi juga merupakan tangga kesuksesan utama. Dengan akhlaqul karimah tentunya kedudukan sosial kita bukan pada strata penyimak bahkan bukan pula korban pergaulan, tapi sebagai panutan. Misalnya kita harus bergaul dengan orang orang yang terbiasa berbicara kotor dan kasar. Gunakan selera humor kita dengan lelucon tanpa ikut ikutan berbahasa kotor. Gunakan kelebihan tanpa mengorbankan attitude seharusnya. Jadilah sosok yang disebut sebagai teman yang cerdas dan disaluti kepribadiannya dengan niat menjadi panutan.

Mahasiswa memiliki potensi idealis yang tinggi sehingga tergerak untuk membentuk perilaku ideal. Sejatinya, dengan mengaji alqur’an dan alhadist tentang tata krama berarti mahasiswa memiliki orientasi perilaku ideal yang terarah dan konkret. Mahasiswa juga memiliki daya tarik sosial sehingga mahasiswa menjadi sorotan. Oleh karena itu mahasiswa perlu menjadi panutan bagi adik adiknya maupun orang lain.

Alim, bisa mengaji Al-Qur’an dan Al-hadist dan Faqih (faham agama)

Secara umum ada 2 hal yang harus dilakukan oleh manusia untuk mencapai derajat yang tinggi, yaitu :

1. Penguasaan Ilmu

Pentingnya menguasai ilmu agama dan ilmu pengetahuan akan menjadi rambu rambu guna mencapai derajat surga dan sosial dan mencapai tujuan perbaikan diri yang diharapkan. Berdasarkan dalil Ilmu adalah hidupnya islam dan tiangnya iman. Penguasaan ilmu yang banyak juga akan meninggikan derajat sosial kita. Kita dianggap sebagai academic staff dalam komunitas.

2. Kontinuitas Pencarian Ilmu

Belajar adalah kegiatan yang dilakukan manusia termasuk mahasiswa sepanjang hayat (life long education). Alasan ini berlandaskan kepada ilmu agama yang diwajibkan oleh Allah untuk dicari dan banyaknya ilmu agama, serta ilmu pengetahuan yang terus berevolusi menuju peradaban manusia yang lebih modern.

Indikator keberhasilan menjadi pribadi mahasiswa yang alim dan faqih adalah

a)       Menganggap mengaji adalah sarana dan kebutuhan untuk meningkatkan kefahaman serta keimanan. Bukan sekedar pengetahuan.

b)       Memiliki antusiasme untuk mengkhatamkan alqur’an dan alhadist. Bukan sekedar menggugurkan kewajiban.

c)        Tekad kuat untuk mengamalkan ilmu agama. Bukan sekedar bangga banggaan

mahasiswa sebagai kontrol agama untuk dirinya dan lingkungannya

Mahasiswa islam dengan potensi kritis, idealisme, dan independen (sebab memiliki ilmu yang berurusan dengan Allah) tentu menjadi kontrol sosial beragama dalam masyarakat. Kita ketahui sendiri bahwa tantangan dekadensi moral pasti kita temui, maka mahasiswa mampu memenangi kompetisi atas tantangan itu.  Ketika ada perubahan moral dalam masyarakat dan menurut idealisme mahasiswa akan semakin membawa dampak buruk, maka saat itu pula mahasiswa melakukan tindakan. Entah dengan proses komunikasi yang baik, nasihat yang bisa diterima, serta memanfaatkan ruang ruang yang ada.

Selain menjadi kontrol sosial beragama, mahasiswa juga sebagai motivator (penyemangat) dan dinamisator (penggerak) terutama setelah dirinya lulus kuliah. Mahasiswa dikaruniai intelligence dan daya kreativitas untuk membentuk tataran kehidupan yang nyaman dan mengasyikkan dalam beribadah. Jika mahasiswa memiliki ilmu dan pemahaman tentang garis garis Quran dan hadist, semua usaha itu akan tetap di dalam koridor.

Memiliki keterampilan untuk bisa hidup mandiri

Akselarasi perubahan di segala bidang sedang bahkan akan terus terjadi sehingga membawa tuntutan yang semakin meningkat dan variatif. Mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjawab itu dengan sifat kreatif dan inovatif yang dimilikinya agar bisa menjadi winner.

Jurusan yang kita ambil termasuk proses bagaimana kita menjadi orang yang terampil. Misalnya jurusan Kimia yang terampil dalam merekayasa kimia menjadi produk yang menjual yang tidak semua orang bisa lakukan. Keterampilan yang bersifat akademisi inilah ruang lingkup utama dari keterampilan seorang mahasiswa

sukses belajarnya,, sukses gaulnya

Terampil saja tidak cukup, kemampuan yang kita punya harus mampu menembus pasaran, itu artinya kita punya skill yang berdaya saing tinggi. Banyak cara yang ditempuh misalnya mengikuti kontes paper yang mendorong mencari teknologi dan konsep terbarukan, mengikuti klub klub keilmuan, dan masih banyak lagi.

Mahasiswa memiliki potensi semangat/ enerjik, mempunyai keahlian dan kemudahan jaringan . Akibatnya mahasiswa tidak melulu berorientasi kepada jurusan yang diambil. Kita juga bisa mencari keterampilan yang lain asal produktif/ menghasilkan uang.

Selain menjadi pribadi yang sukses terampil, mahasiswa juga harus menjadi pribadi yang terampil sukses.  Perlu adanya keterampilan time management, keterampilan mengatur keuangan sehari hari, dan masih banyak lagi lifeskill yang lainnya yang terangkum kedalam strategi sukses di kampus.

Keterampilan disini adalah hasil integrasi antara kecerdasan, softskill, dan kecerdasan emosi beragama. Jadi, setelah terjun ke dunia kerja, dengan modal ilmu agama ,kita tetap dalam koridor bahwa rezeki kita sebagai buah dari keterampilan semata mata dari Allah dan alat untuk perjuangan qu’an hadist islam. Indikatornya adalah lancar dalam urusan infak dan shodaqoh.

Satu Tanggapan

  1. NOTE YG LUAR BIASA-PEMIKIRAN CERDAS!! subhanallah.. ”Dengaan akhlaqul karimah tentunya kedudukan sosial kita bukan pada strata penyimak bahkan bukan pula korban pergaulan, tapi sebagai PANUTAN .” tepat bgt. hrus berpengaruh bukan terpengaruh.. like this bgt mas.. perjuangan agama tetap dniati krn allah.smg brokah.amiin.:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: