Wanita berjilbab tidak muslimah

Apa penilaian orang terhadap wanita yang tiba tiba muncul dengan tudung di kepalanya? Seorang mahasiswi yang terlihat rekannya itu bilang ” Heyy na, kamu pake jilbab sekarang? wah syukur alhamdulillah yaah”, begitulah respon rekannya yang walaupun dirinya tidak memakai jilbab. Mungkin bukannya “tidak” tetapi “belum”.

Apa yang terjadi pada rekan saya ini betul betul membentuk progress yang luar biasa. From One big Zero to little Hero. Walaupun saya amati dia dalam beberapa kali berpapasan di kampus saya, auranya makin lama makin terasa berbeda. Sepertinya jilbabnya itu benar benar simbolis keyakinan dirinya bahwa bulan ramadhan ini dia ingin berubah menjadi seorang muslimah. Adabnya kini berubah. dan terlihat belakangan ini jarang saya temukan dia berjalan dengan seorang pria. Tentu saya membandingkannya dengan masa masa tidak jilbaban dulu. dia terlihat istiqomah.

Walaupun belum lama, sekitar seminggu lah kira kira, tapi saya pun bisa dalam prediksi positif bahwa dirinya menjadi sosok yang muslimah bener bener muslimah.

Melirik lagi dengan rekan wanita saya yang lain lagi. Dirinya memang dulu saya kagumi pada masa masa awal kuliah sebab dirinya supel namun tahu batasan. Saya juga sering melihat dirinya rajin melaksanakan sholat di sela sela kegiatan kuliah. walaupun tidak terlihat lebih alim, tapi dia punya barrier masalah batasan laki laki dan perempuan.

Namun tak sepenuhnya benar. Paradigma itu buyar ketika ada assignment dari dosen untuk dikerjakan secara kelompok yang memboyong litratur itu harus dibaca, dianalisis, dan disimpulkan. Saya sekelompok dengannya. Di pagi hari dimana kami berjanji mengerjakan di salah satu rekan kami sekelompok, saya mendapatinya lagi asyik berpacaran di dinding kasur rekan saya si pemilik kamar. Entah sejak kapan mereka seperti itu. Mereka berdua tertawa sambil asyik mengomentari sesi karaoke mereka berdua, dan lain sebagainya. Mungkin ini impact dari sifat genetiknya, supel.

Ya walaupun jilbab-an, tidak semua berhati muslimah. Kadang banyak ditengah kita wanita wanita cantik berfisik muslimah. Namun dengan sedikit hipotesa awal dari facebook mungkin, kita bisa tahu, “Oh, dia bukan berhati muslimah”. Wanita bahkan berjilbab bukan karena hati mereka tapi karena style. Hidup di Bandung, jauh dari orang tua, kerudung bisa jadi alat proteksi ketertarikan lawan jenis, namun tidak untuk pacar tersayang, carelessly!

Bahkan saya sendiri ada ide mengumpulkan foto foto wanita jilbab berpacaran mesum di tengah tengah keberadaan facebook. betapa tidak ada malu malunya sama sekali. Ya Krisdayanti tidak se freak yang kita lihat karena sebelum dari kejadian itu sudah ada hal hal kecil. Jadi menyepelekan itu akar masalahnya.

Bagaimanapun ingin berpesan kepada temen temen yang sudah memakai jilbab supaya diselaraskan hatinya. Lebih diistiqomahkan hatinya terlebih di bulan puasa ini. Ya mungkin saya hanya bisa nasehat siapa yang bisa saya jangkau saja

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: