Senioritas, Masih Jaman nggak sih?

Sudah banyak sekali orang mengenal tentang pasal senioritas ini yang merepresentasikan apa yang terjadi bila senioritas itu berlaku :

Pasal 1 : Senior selalu benar

Pasal 2 : Jika senior melakukan kesalahan, kembali ke pasal 1.

Ya, ini adalah pasal senioritas dimana junior tidak mempunyai hak untuk bertanya apalagi membantah. Senioritas berasal dari kata senior yang berarti lebih tua atau kakak, diberi imbuhan -itas yang artinya perbuatan. Kalo sudah denger Senioritas, nggak jauh jauh dengan yang namanya penindasan kepada yang lebih muda atau kepada yang kedudukannya lebih rendah.

Warisan

Ternyata senioritas ini sudah ada di Indonesia sejak jaman kolonialisme. Senioritas menjadi banyak sektor seperti pembagian upah kerja. Jaman dulu pekerja yang lebih tua mendapat upah lebih tinggi meskipun hasil kerjanya tidak lebih baik dibanding yang muda, hal ini tetap aja tidak berpengaruh.

Digunakan untuk sistem militer

senioritas sebenarnya digunakan untuk sistem komando bertingkat seperti yang digunakan dalam kemiliteran, karena kebutuhan akan kepatuhan junior kepada senior. misalnya saja pasukan blok satu disuruh untuk menyerang, maka mereka harus melakukannya tanpa diberi kesempatan untuk menanyakan alasan mereka menyerang, apalagi berdiskusi.

Senioritas di sekolah

Senioritas pada kenyataannya hanya dipakai dalam kemiliteran tapi juga dalam instansi non militer seperti lembaga pendidikan. Masih terngiang masa masa MOS gw SMA dulu ataupun OSPEK (tidak begitu parah sih di kampus gw) dimana kita sebagai junior diplonco oleh kakak kakak kelas. Bentuk ploncoan itu sendiri ada yang bentuknya sekedar lucu lucuan, misalnya hukuman menyanyi di depan kelas ketika kita lupa ngbawain surat cinta untuk kakak kelas, hingga yang berbentuk kekerasan seperti ditendang atau dipukul sehingga menelan korban meninggal.

Masih perlukah senioritas ?

Sebenarnya adakah sistem lain yang lebih baik untuk menghormati senior selain dengan cara cara yang selama ini ternyata banyak merenggut korban nyawa junior yang hilang haknya untuk membantah senior yang ternyata memang salah? Bagaimana dengan budaya saling menghormati dan toleransi satu sama lain? Apakah junior tidak mempunyai hak untuk dihormati oleh senior sebagai sesama manusia? Apakah wibawa seorang senior akan jatuh ketika ia menghormati juniornya?

Apapun alasannya, jelas sekali bahwa senioritas merupakan penjajahan atas hak junior. Hak untuk kritis, menolak, berdiskusi, apalagi hak untuk melawan. Sekarang ini banyak orang beranggapan bahwa senioritas identik dengan kekerasan. Kekerasan sendiri sebenarnya bukanlah bentuk senioritas. Jadi kekerasan adalah senioritas yang negatif. Lalu seperti apakah senioritas yang positif? sebenrnya dalam kehidupa sehari hari kita mengenal apa yang disebut akhlaqul karimah, termasuk unsur di dalamnya adalah menghormati orang yang lebih tua. Budaya seperti inilah yang dapat disebut sebagai senioritas yang positif. Jika terlalu banyak korban, bahkan sampai ada kasus meninggal karena ospek misalnya, perlukah senioritas dibudidayakan?

RGS

4 Tanggapan

  1. di dunia kerja, lebih parah lagi. bos selalu benar, kalau bos salah, kembali ke pasal 1.
    kadang gw kesel, kapan kita mau berubah dong kalo di kekang sama atasan gitu?
    *curcol*

    • kasusnya sama aja dengan Indosat sekarang. Dikekang kekang akhirnya pada pindah ke telkomsel. Sekarang Indosat diisi oleh tenaga baru tidak berpengalaman. Gara gara petinggi indosat yang Bossy semua akhirnya pada nggak betah. mereka para inovator pindah ke tempat yang membutuhkan. hahaha. kalo nggak ada gimana yah mbak. harus kerja di tempat yang nggak bikin kita nyaman.

      • kalo ga mau di gituin sama bos ya sudah lah kamu mening jadi bos aja
        jadi bos yang baik yang akhlakul karimah

        hahaX

      • amiiin hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: