Filosofi pribadi sebagai mahasiswa

Kayaknya dulu gw begitu bangga masuk ITB. bersaing dari puluhan ribu pendaftar yang masuk, Rachmat Galuh Septyadhi yang pemalas ini akhirnya masuk Fakultas Teknik Perminyakan dan Perminyakan, hehehe (cuman ada minyak dalam kamus gw). gw masuk FTTM. alhamdulillah. gw menangis sesaat. memanjatkan syukur atas kerih payah gw belajar hidup-hidupan. Gw merasa telah memasuki strata sosial satu lepel, strata cendikiawan, kata paman gw. tapi emang itu yang bener bener mewakili perasaan gw saat itu. bener kata paman gw.

Belajar satu tahun buat bisa ketemu diajar dosen minyak ternyata nggak gampang. belajar semester gw bener bener bikin gw kuper. diajak futsal juga ogah. Bolak balik perpus ampe satu setengah halaman kartu perpus yang warna kuning itu penuh dengan stempel pinjam meminjam. semester 2 juga sama freak. walhasil, dapet lah gw minyak. dan bahagia gw rasakan. udah. what next?

kehilangan cita cita gw selama setahun belajar pure di minyak. mau jadi apa? gw kerja kayak apa? yang diotak gw cuman cerita datuk gw yang udah bergaji dollar di afrika lewat petronas. kenapa gw nggak begitu bangga dan ngeh ketika datuk Ona (nama datuk gw itu) mau mempromosikan gw duduk di Petronas dengan IPk 3,00 ? blank dan gw kehilangan arah.

tugas bejubel, tawaran main sinetron pun cukup menggiurkan. hahahaa. bukan sinetron, tapi ajakan kerja di suatu perusahaan textil cukup menggiurkan. nikmati saja pengalamn yang bisa gw dapetin, toh belajar di minyak sampai saat ni gw belum “bergairah”.

Gw jadi teringat dosen gw pernah cerita kayak gini,
” Jepang adalah Negara penghasil ikan terbesar di dunia, pertemuan arus alut menyebabkan ikan berkumpul di negara ini. dulu, Nelayan membawa ikan tersebut dari tengah laut dan dibawanya ke tepi pantai dengan perjalanan yang cukup lama, 2-3 jam. Ikan ikan yang ditangkap itu ditampung di dalam sebuah tampungan dalam kapal yang cukup besar.
Suatu ketika, para nelayan belakangan mengeluh karena ikan ikan yang diambil di tengah laut itu sudah dalam keadaan lemes saat tiba di pantai. perjalanan yang cukup lama membuat ikan ikan kecil itu tidak segar lagi ketika di-distribusikan ke kota. Tak ada ide briliant sampai beberapa hari.
akhirnya ada seseorang yang punya ide cemerlang. Idenya adalah menangkap ikan Hiu dan memasukkan kedalam tampungan yang ada didalam kepal besar itu.
Luar biasa hasilnya! ikan ikan kecil itu ternyata bener bener segar saat sampai di pantai. Ternyata oh ternyata, ikan hiu itu membuat suasana panik dalam tampungan sehingga ikan ikan kecil berlari menghindari pangsa ikan hiu. mereka DIPAKSA untuk berlari, mengumpat, bahkan bagi mereka yang lalai akan mati dimakannya.”

Tampungan perahu adalah ITB, dosen adalah hiu, dan mahasiswa adalah ikan ikan kecil. semua dikemas dalam bentuk sadis untuk mahasiswa. tapi semua bertujuan untuk mencetak karakter “militan” dalam bekerja nanti.

hahaha, teringat kembali untuk bertindak sebagaimana mahasiswa yang seharusnya. harus berjuang dengan jiwa militan!!! Ingat Tri dharma perguruan tinggi : Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat!

12208100 -HMTM PATRA

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: