PRIVASI !!!

Berapa harga sebuah privasi?

Bisa sangat mahal karena ada yang terkena pidana, denda milyaran rupiah, dan impact sosial karena kedapatan video privasinya kebobol. Tapi bisa juga bernilai murah karena emang menghargai privasi seperti kotoran di comberan. Padahal privasi mungkin bisa lebih tua dari peradaban itu sendiri. Bahkan, bisa sama tuanya dengan “rasa malu” dan “dosa pertamanya” mbak Adam.

Nabi Adam AS adalah manusia pertama  sehingga mungkin beliau nggak butuh kata privacy. Karena dia doang manusia di dalam surga. Nggak butuh privacy begitu Ibu Hawa dihadirkan untuk menemaninya. Karena surga yang bakal ditempatin seluruh orang iman nanti itu terlalu guuede. Mau curhat kenceng kenceng dengan puluhan decibel nggak masalah!

Lantas apa mereka saat itu butuh privacy? Yang ada saat itu  “rasa malu” mulai terbit. Disaat dosa pertama mereka lakukan. Kemudian baju ‘default’ yang mereka gunakan sejak diciptakan tiba tiba menghilang. Mereka panik dan mencari dedaunan yang banyak untuk dirajut menjadi pakaian. Disinilah mulai mereka butuh privasi.

sssstt... ini rahasia

Privasi bukan hanya untuk menutupi sesuatu yang memalukan. Bukan cuman kamar mandi yang bikin kita bebas. Yang bukan hanya sekedar kita bebas bertelanjang ataupun nyanyi nyanyi. Dan kamar mandi adalah tempat yang mahal. Karena di kosan pun kadang harus berbagi. Karenanya, privasi bukan hanya sekedar ruang, lebih dari itu!!!

Privasi juga menyangkut waktu. Saat kita berbagi menggunakan benda yang merupakan milik bersama, tentu waktu begitu mahal. Ada waktunya gw yang make, ada yang waktunya dia yang make. Kadang kita beruntung dikasih pinjam benda itu lebih lama, kadang pula kita nggak dikasih kesempatan lagi.

Privacy juga menyangkut harga diri kita. Karena betapa berharganya untuk menjadi diri sendiri. Kita butuh sama benda yang jadi ciri khas kita dan wajib kita jaga sepol kemampuan karena ada harga diri yang dipertaruhkan disitu!

Privacy juga butuh waktu untuk mengasingkan diri. Tapi bukannya jadi orang yang mendadak dinilai egois loh. Oleh karena itu perlu kita sadarin kalo orang butuh hak privasinya ini. Nggak papa dong dia mengasingkan diri dulu?!

Sayangnya seringkali kita lupa. Kita menggadaikan privacy untuk sebuah hubungan. Kayaknya harga diri itu murah banget dibandingin komitmen saling percaya. Padahal kepercayaan nggak pernah abadi kalo cuma dibangun dengan menisbikan privasi.

Belakangan ini, kita mungkin bertanya, kasihan, atau juga tertegun setelah melihat kasus video porno 3 artis papan atas dan juga kasus bercumbu salah satu artis ternama, betapa tidak berharganya kelakuan mereka, bahkan Biadab! Betapa privasi mereka dicampakkan begitu saja dan privasi hilang dari diri seorang diva.

Ah, Seandainya saja kita sadar membangun privasi dan menjaganya sepenuh hati. Tapi, apakah dengan motivasi membangun privasi ini lantas masuk ke ranah melanggar aturan agama secara sembunyi sembunyi?

(RachmatGaluh)

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: