Menjadi aktivis, siapa takut???

Terkadang kita berpikir kalau aktivisme itu terlalu serius dan jauh dari keseharian kita sebagai anak muda. Menjadi aktivis tuh kayaknya nggak jauh jauh dari yang namanya rapat, seminar seminar keilmuan, dan kadang harus diawali jadi kacung untuk memulai dan dipandang sebagai aktivis. Padahal jiwa aktivisme sebenarnya ada di dalam diri kita semua. Yeah, activism is in our blood Guys! pernah denger kan quote yang sangat terkenal,

Activism is the rent we pay for living in this planet

itu tuh bener banget! Memang sudah seharusnya kita semua terlibat dalam kegiatan aktivisme. Hidup di planet bumi ini juga tidak bisa hanya diisi dengan kegiatan kegiatan lahan, kita juga harus dapat melakukan kontribusi untuk merubah keadaan sekitar kita menjadi lebih baik.

Aktivis bukan identik dengan aktif di organisasi kampus atau sekolah, bukan pula aktif di organisasi kemasyarakatan, tapi dengan satu sentuhan tangan kita udah mampu merubah lingkungan yang tadinya minus menjadi plus, lingkungan yang tadi Down kini menjadi Up, itu udah termasuk kontribusi kok.

Aktivisme menuntut tindakan kontinyu dan persistence diri kita agar tidak bosan. Seorang aktifis harus merawat “energi berkorbannya” hingga kapan pun. Aktivis juga tidak mengharapkan ganjaran yang lain selain ganjaran pahala dari Tuhan. Itulah pondasi dasar yang dibutuhkan untuk melestarikan kesadaran kita bahwa kita mampu menjadi aktivis.

Agar lebih optimal lagi dalam melakukan kontribusi di dalam lingkungan sekitar, disadari atau tidak, kita perlu bergabung ke dalam wadah yang memiliki satu visi dengan kita. Misalnya, lo punya visi mengurangi angka buta huruf arab di lingkungan RT lo. Akan lebih gampang lagi menjalankan misi lo kalo lo punya beberapa teman lo yang tergabung dalam pasukan Anti-Buru (Buta Huruf). Dengan begitu,  kita mampu meng-efisiensi-kan waktu, tenaga, dan pikiran kita.

Kapan lagi? Hidup cuman sekali dan masa Muda nggak akan pernah kembali. Banyak kegiatan kegiatan yang diadakan oleh komunitas komunitas di sekeliling kita. Tinggal pilih! Kalo nggak ada yang srek, kenapa nggak kita  menyuarakan aspirasi kepada pimpinan komunitas tersebut. Daripada sibuk dalam kegiatan yang tidak berpahala bahkan mendatangkan dosa, kenapa nggak sibuk dengan kegiatan sosial sekaligus ningkatin amal ibadah?

Manfaati masa energik kita sebagai pemuda untuk semangat berkontribusi! sebelum menyesal ditua nanti

/RGS

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: