Keinginan selalu disana dan kenyataan selalu disini

By me

Datukku ini mulai mengisahkan ceritanya pada  masa dia duduk di bangku SD, ia dikenal sebagai anak yang dibesarkan dari keluarga miskin. Kebutuhan hidupnya tak pernah jauh dari kurang, kurang , dan selalu saja kurang. Baginya, kesenangan hidupnya hanyalah makan hingga kenyang dan tidur bila telah terasa ngantuk. Tak ada lifestyle sama sekali. monoton dan ini membosankan bagi kehidupan orang pada umumnya. Ingin apapun tak dapat dipenuhi karena keterbatasan uang saku.

Tak puas dengan hal itu, pria ini ternyata memiliki keinginan yang begitu tinggi. Sepeda merupakan barang langka zaman dahulu sebab harganya mahal. Begitu ingin ia memiliki sepeda seperti rekan rekannya. Menabunglah ia untuk membeli sepeda itu. Butuh perjuangan berat ia lakukan untuk mendapatkan uang. Setelah beberapa tahun berhasil mendapatkan sepeda, ternyata sepeda bukanlah barang yang langka lagi. Hampir setiap rekannya memiliki sepeda bahkan lebih bagus darinya. lagi lagi orang ini merasakan kekurangan.

Saatnya sepeda motor yang menjadi barang mewah saat ia duduk di bangku SMP. Bahkan, rekannya yang bermata merah sebab setelah berkendaraan motor dinilai gagah oleh rekan yang lainnya. Penilaian aneh memang tapi itulah dulu.

pria ini memang tak pernah merasakan sanjungan orang lain. Pujian orang lain akan kemewahan barang miliknya seakan mimpi belaka. Pengorbanannya untuk mendapatkan sepeda ternyata sia-sia. Seolah olah, kemajuan yang dia lakukan juga diikuti kemajuan zaman yang pada hasilnya nanti ia tetaplah seorang hartawan kelas bawah.

Memulailah ia dengan target baru dengan berusaha membeli motor. Usahanya mengumpulkan uang demi mendapatkan motor ini terbilang lama hingga ia hampir tamat D3-nya. Namun, dunia memang cepat berubah. Mobil merupakan kendaraan wajib bagi rekan rekannya. Semangatnya tak kendur untuk mendapatkan harta lebih. Ia berusaha untuk membeli mobil dan ia pun mendapatkannya. Namun, ejekan selalu datang dari rekan kerjanya. salah satu rekannya ada yang menyindir bahwa mobilnya hanyalah polusi kota. bahkan, mobilnya itu jangan jangan baru akan berhenti bila ditabrakkan dengan tembok. Ya, memang mobilnya hanyalah mobil tua zaman ia kecil. harganya tak seberapa. namun ejekan itu jelas membuatnya geram dan ia berusaha untuk lebih dari rekan rekannya.

Tahun berganti tahun, dan ia berhasil mendapatkan kejayaan. ia bisa membeli mobil lebih mewah dari rekan rekan kerjanya. Rasanya puas sudah membalas sakit hati atas kemiskinannya dulu. Bahkan ia dapat membeli barang barang mewah di rumahnya. segala kebutuhan istri dan anak anaknya ia cukupi bahkan lebih. Ingin makan apa saja tinggal tunjuk ingin makan dimana dan makan sepuasnya.

namun, kejayaannya hanyalah hitungan beberapa tahun. Kini ia terjangkit penyakit yang tak ia duga. lehernya sering kaku dan mengejang. Kepala pusing separuh dan lemas tanpa sebab. Hasil analisis dokter ternyata adalah hasil yang mengejutkan. Ia mengidap penyakit gula dan darah tinggi yang tidak boleh memakan makanan yang mengandung lemak, asin, gurih, dan manis. Padahal selama ini, makanan itulah yang sangat ia suka.

Penderitaannya kini memakan makanan anyep. beberapa kali ia membandel dan penyakitnya pun kambuh. Kesehariannya membosankan dan beruntung aku bisa mendengar ceritanya. Ya, memang keinginan selalu disana dan kenyataan selalu disini.

RGS

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: