Atasi kebiasaan buruk dengan Golden Moment !

By me

Saya pernah merasakan bahwa saya sulit sekali untuk menjauhi suatu hal atau suatu kebiasaan yang sangatlah tidak baik untuk diri saya. Saya sering merasa bahwa saya seharusnya seperti itu bukan seperti ini. Kebiasaan buruk ini terlalu lezat. Rasanya otak ini terlalu banyak idealisme dalam diri saya namun prakteknya sangat sulit untuk dilakukan. Kebiasaan tetaplah menjadi kebiasaan yang terus terusan menyudutkan saya pada rasa depresi dan bersalah. Keinginan selalu disana dan kenyataan selalu disini.

Namun saya menyadari bahwa masalah lepas dari kebiasaan buruk bukanlah hanya saya saja yang mengalaminya. Seperti note saya sebelumnya mengenai tetangga saya yang mengidap penyakit gula dan darah tinggi. Sesekali ia dilarang untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung manis. Namun pernah penyakitnya kumat kemudian keterangan dari dokter ia baru saja mengkonsumsi makanan mengandung gula. Keluarganya mengontrol setiap makanan dan minuman yang masuk hingga tetangga saya ini tidak tahan ingin meminum pocari sweat. meskipun tak boleh keluar, ia rela berjuang memintakan tolong kepada anak kecil yang melewati jalan di depan rumahnya untuk membelikan sekaleng pocari sweat. bandelnya. Kita mengerti itu kebiasaan buruk namun kebiasaan ini sangat melezatkan bung!

Akibat dari kebiasaan buruk misalnya seseorang yang penyakitnya kumat hanyalah sekedar cambuk yang segera memudar seiring berjalannya waktu. Bak makan sambal saja. kapok, ngulang lagi, kapok lagi, eh ngulang lagi, berkali kali kapok dan berkali kali pula mengulang kebiasaan buruk.

Belajar dari alam termasuk cara jitu guna menyelesaikan permasalahan kita. hihi bijaknyaa. Tapi benar. Buah tidak akan matang sebelum tiba musimnya. Matahari tidak akan terbit dan kemudian terbenam sebelum jamnya tiba. Bulan juga tidak akan muncul sebelum malam. Mereka akan ada jika memang telah terpanggil waktu mereka. Perubahan manusia akan ada jika memang telah terpanggil kesempatan emas mereka. Golden Moment!

Saya heran melihat rekan saya sejak kecil yang dikenal bandel sejak dulu dan dikenal pembangkang. Bahkan kenakalannya melebihi kenakalan tingkat usianya saat itu. itulah yang mempererat pergaulannya dengan gerombolan anak nakal yang usianya jauh di atasnya. Itu pula yang menciptakan potensi semakin tinggi derajat kenakalannya.Ajaib bin ajaib, di akhir usia pubertasnya, sikapnya berubah. Rajin sholat dan tepat waktu pula. Memperbagus bacaan Al Qur’annya. Ahli berdoa. saya hanya berpikir pasti ia telah mendapatkan golden moment dan ternyata benar.

Goldent moment adalah pemicu manusia untuk berubah. Suatu kesempatan yang melibatkan hati nuraninya untuk berubah dan sisi kemanusiaannya yang menuntut perubahan. Golden Moment masing masing orang berbeda beda. Pengalaman saya, ketika saya mendapatkan kesuksesan meraih IP yang tergolong baik, saya akan merasa diri saya adalah pribadi yang teratur. Pola pemikiran dan tingkah laku saya akan rubah ke arah positif. Namun, beberapa rekan saya ada yang meceritakan ia akan mendapatkan golden moment bila mendapatkan kegagalan. Karakteristik Golden Moment tidak sebatas pada kesuksesan atau kegagalan. Contoh sederhana, ada seorang pria yang mencukur gundul demi ingin datang perubahan dirinya. Ada pula orang yang menunggu tanggal cantik untuk berubah.

Bila anda bingung untuk mengatasi kebiasaan buruk anda mulailah mandiri mencari Golden Moment anda!

Satu Tanggapan

  1. Habis ikutan seminarnya Pak Andrie Wongso yaaa… langsung update deh ma materinx .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: