happy birthday to you

selamat ulang tahuuuuuuuuun!!!! begitulah ucapan rekan rekan kepada saya sekitar beberapa bulan yang lalu. memang, usia saya telah bertambah tua, namun apa yang harus saya banggakan?

banyak kata orang, ulang tahun itu sebagai ucapan reward kepada kita yang telah memberikan kontribusi kepada orang di sekitar kita. waktu satu tahun adalah waktu yang cukup lama untuk membuat rekan disekitar kita ikut tertawa, ikut merasakan penderitaan kita, dan warna persahabatan yang lain.

namun haruskah dirayakan demikian? perayaan ulang tahun diluar sana bagi saya adalah hal yang jauh dari hal hal positif. ada dalil Man tasyabbaha biqauminn fahuwa minhum, artinya siapapun yang mengikuti tradisi suatu kaum maka dialah kaum tersebut. awalnya heran bagi saya mengapa demikian. tapi sebenarnya, banyak hadist yang menegaskan bahwa kebiasaan orang iman itu jauh dari kebiasaan orang kafir. seperti riwayat hadist yang menceritakan sejarah dikumandangkannya adzan. nabi dan para sahabat bermusyawarah untuk menentukan metoda terbaik untuk panggilan sholat yang baru saja diperintahkan untuk dikerjakan secara lima waktu. ketika itu usul dari salah satu peserta musyawarah mengusulkan untuk meniup terompet. nabi melarang sebab itu kebiasaan yahudi dalam peribadahan mereka. kemudian slah satu peserta musyawarah punya usul bagaimana dengan membunyikan krincingan. nabi menolak sebab itu adalah metoda bangsa jin untuk saling panggil memanggil di antara mereka. sehingga bilal merekomendasikan suaranya untuk melafalkan suara adzan dan ditetapkan oleh nabi sbagai panggilan resmi. kesimpulannya adalah segala bentuk tradisi orang kafir, itu tidak pantas untuk diikuti!

pada intinya momen ulang tahun tidak apa disyukuri asal dengan niat kemanfaatan dan juga prosedurnya yang dibuat berbeda. seperti halnya usulan sahabat nabi tentang perlunya ditetapkan waktu ibadah seperti yahudi dan nasrani dimana yahudi menetapkan hari besarnya pada hari sabtu dan agama nasrani pada hari minggu. karena nabi ingin mendapatkan manfaat yang besar dari ditentukannya hari besar, maka untuk membedakan dari kedua agama itu, nabi menetapkan jumat sebagai hari besar agama islam.

saya terkesima dengan suatu forum yang merayakan tahun baru dengan kegiatan yang dikemas berbeda. kegiatan fokus disuatu tempat dengan diadakannya acara bebas kegiatan maksiat ( berpacaran, minum-minuman, memubadzirkan uang, dl

hendaknya perayaan ulang tahun bisa dirubah konsepnya menjadi acara syukuran, tidak ada tradisi cebur-ceburan, dan lain lain.  acara syukuran dipraktekan prosedurnya oleh nabi dalam banyak acara seperti walimahan. acara syukuran mengandung aspek saling mendoakan rohmat kepada orang yang memiliki hajat. ini yang barokah. jika orang yang tak mengerti mengucapkan ulang tahun lewat facebook dengan kalimat semu, mengapa tidak kita mengucapkan kalimat yang berbeda seperti mendoakan selamat kepadanya?

kita semua mengerti dan tahu bagaimana tradisi diluar, masihkah kita tiru?

There are no comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: