Do’a nabi muhammad saw yang tidak terkabul (pentingnya kerukunan)

Diriwayatkan dari hadist, suatu ketika nabi muhammad baru saja pergi dari daerah berbukit menuju suatu masjid di madinah. Kemudian nabi membersihkan tubuhnya dan melaksanakan sholat sunnah dua rokaat. para jamaah yang menyaksikan nabi pun ikut melaksanakan sholat sunnah. Setelah itu nabi mengangkat kedua tangannya dan berdoa. cukup lama nabi berdoa. kemudian nabi menghadapkan tubuhnya kepada seluruh jamaah dan bersabda,

sesungguhnya aku baru saja meminta kepada Allah dari 3 hal demi umatku. aku meminta,

  1. Aku meminta agar Allah melindungi umat ku dari musim yang sulit (paceklik). (suatu musim dimana pada zaman nabi yusuf terjadi paceklik selama 7 tahun. suatu musim kemarau yang sangat panjang). Kemudian Allah mengabulkan do’a ku.
  2. Aku meminta kepada Allah agar Allah melindungi umat ku dari bencana yang menenggelamkan (banjir besar). (bencana ini pernah melanda dunia pada saat zaman nabi nuh. bencana ini membinasakan seluruh makhluk yang ada di bumi kecuali para penumpang yang berada di kapal nuh). Allah mengabulkan doa ku.
  3. Aku meminta agar Allah menjaga umat ku dari saling merusak satu sama lain (menghasut, tidak rukun, saling jatuh menjatuhkan). Namun Allah tidak mengabulkan doa ku.

berdasakan cerita dari hadist di atas telah menjadikan cerita bagi kita untuk mengambil hikmah bahwa ketidakrukunan telah diizinkan oleh Allah. penjelasan ini bukan berarti kita berpikir bahwa kita akan saling perang, saling tidak rukun, dan lain sebagainya, bukan itu. tapi menjadikan peringatan bagi kita tentang ketidakrukunan.

seperti halnya Allah telah mengizinkan Harris, pemimpin jin yang menentang untuk sujud kepada nabi Adam AS, beserta pasukannya untuk menggoda anak Adam untuk menjadi penghuni neraka hingga hari kiamat. Hal ini bukan berarti kita terjebak dalam godaan syetan tapi justru kita semakin sigap.

ketidakrukunan berawal dari sikap kita merasani orang lain. itulah benih yang menjadikan hati kita risih dan dapat mengakibatkan penyakit hati yang lain. padahal sedikit saja sifat sakhna itu dapat menyulitkan pahala ibadah kita yang lain untuk diterima Allah. Setiap hari senin dan kamis, beberapa pintu surga dibuka dan semua yang ada di langit dan dibumi kecuali orang yang masih memiliki sifat merasani orang lain alias menjelekkan dari belakang. “Yaa malaikah, Undzuruu hadzaini hatta yashtoliha”. Tunggu malaikat! jangan kau ampuni mereka hingga bersih hati mereka! berat bukan?

pada peristiwa isro’ mi’roj, nabi Muhammad SAW melihat di neraka ada orang yang mencakar cakar tubuhnya dengan kuku minnuhasin, dari tembaga, hingga hancur tubuhnya. parahnya lagi. setelah sekarat tubuhnya, Allah mengganti tubuhnya dengan jasad yang baru dan kembali dicakar hingga rusak. terus menerus hingga apa yang dirasaninya saat didunia setimpal dengan siksaan tersebut. Na’udzubillahimindzalik!

pada intinya, selama hidup kita di dunia ini, tidak hanya merusak hubungan kita kepada Allah yang dapat menjadikan kita masuk neraka tetapi merusak hubungan kita kepada manusia juga menentukan nasib kita di akherot nanti. jangan sampai  kita takut dengan neraka, telah giat ibadah, zikir siang malam, sholat sunnah berokaat rokaat, puasa berhari-hari, berusaha terhindar dari hal yang mendekati zina, dan lain sebagainya masih saja menerima adzab neraka yang besar hanya karena kita merasani orang lain, iri, dengki, hingga menjatuhkan fitnah.

lantas bagaimana sikap kita?

Ancaman di atas tidak menjadikan kita kesimpulan bahwa lebih baik kita tidak bergaul dengan orang lain. bukan! bukan itu! Nabi sendiri menyeruhkan seluruh sahabat dan kaumnya untuk bersosialisasi dengan baik kepada orang lain sebagai sarana berdakwah tentang islam. Bergaul dengan baik kepada sesama umat islam menjadikan suasana hangat yang didalamnya terjadi interaksi saling nasehat menasehati.

qur’an dijelaskan,

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk (Ali Imran: 103)

berikut adalah kiat kiat menciptakan kerukunan:

  1. Bertutur kata yang baik dan sopan (tahu mana saat berbicara dengan orang yang lebih tua, orang tua, orang yang dituakan, orang yang sebaya, anak kecil)
  2. Menghormati orang lain (jangan dicuekin atau menyepelekan orang lain)
  3. Tidak menyinggung perasaan
  4. Rebutan ngalah pada setiap percecokkan (lebih baik menang didunia atau menimbulkan ketidakrukunan yang diancam neraka)

mulai berbenah dan lakukan perubahan

Satu Tanggapan

  1. nice notes…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: